Kata HubungA1

Konjunktionen

Koordinierende und subordinierende Konjunktionen: dan, atau, tetapi, karena, kalau, supaya, ketika, sebelum, sesudah, sambil

Lernziel

Kann Ideen mit koordinierenden und subordinierenden Konjunktionen in Alltagssätzen verbinden

Prüfungskompetenzen:BerbicaraMenulisMerespons Kaidah

Schau dir diese Beispiele an. Kannst du das grammatische Muster erkennen?

Saya suka teh dan kopi.

Ich mag Tee und Kaffee.

Dia tidak datang karena sakit.

Er/sie kam nicht, weil er/sie krank war.

Kalau hujan, saya di rumah.

Wenn es regnet, bin ich zu Hause.

Dia makan sambil membaca buku.

Sie isst, während sie ein Buch liest.

Achte auf die hervorgehobenen Teile. Was haben sie gemeinsam?

Kata Hubung — Conjunctions

Kata hubung menghubungkan dua kata, frasa, atau kalimat. Bahasa Indonesia memiliki kata hubung koordinatif (menghubungkan bagian setara) dan kata hubung subordinatif (menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat).

Kata Hubung Koordinatif

Kata HubungArtiContoh
danandSaya suka teh dan kopi.
atauorMau makan atau minum?
tetapi / tapibutDia pintar tetapi malas.

Kata Hubung Subordinatif

Kata HubungArtiContoh
karena / sebabbecauseDia tidak datang karena sakit.
kalau / jikaifKalau hujan, saya di rumah.
supaya / agarso thatSaya belajar supaya lulus ujian.
ketika / waktuwhenKetika hujan, kami di dalam.
sebelumbeforeCuci tangan sebelum makan.
sesudah / setelahafterSesudah makan, kami tidur siang.
sambilwhile (simultaneously)Dia makan sambil membaca.

Urutan kalimat: Anak kalimat bisa di depan atau di belakang: "Saya belajar karena ada ujian." = "Karena ada ujian, saya belajar." Jika anak kalimat di depan, biasanya ditambahkan koma.

Perbedaan tapi/tetapi: Tapi adalah bentuk informal dari tetapi. Dalam penulisan formal, gunakan tetapi.

Learners confuse the synonymous pairs and struggle with word order flexibility. 🇬🇧 English speakers: Tend to place subordinate clause only after the main clause (like English). Miss that Indonesian freely allows 'Karena hujan, saya di rumah' (subordinate first). Confuse 'sambil' with 'ketika' — sambil means doing simultaneously, not just 'when'.

Häufige Fehlermuster

Changed word order after subordinating conjunction (transfer from German/English)

Indonesian word order stays the same after conjunctions like 'karena', 'kalau'. No verb movement!

Used 'sambil' when meaning 'ketika' (point in time) or vice versa

'Sambil' = two actions happening simultaneously. 'Ketika' = at the time when. 'Dia datang ketika saya makan' (he came when I was eating) vs 'Dia makan sambil berbicara' (he eats while talking).

Mixed formal/informal synonyms inappropriately (e.g., 'jika' in casual speech)

Casual: tapi, karena, kalau, waktu. Formal: tetapi, sebab, jika, ketika. Don't mix registers in one sentence.

Saya suka teh dan kopi.

Ich mag Tee und Kaffee.

'Dan' ist die häufigste koordinierende Konjunktion, entspricht dem deutschen 'und'. Verbindet Wörter, Phrasen oder Sätze gleichen Ranges.

Dia tidak datang karena sakit.

Er/sie kam nicht, weil er/sie krank war.

'Karena' leitet einen Kausalsatz ein. Anders als deutsches 'weil' ändert es NICHT die Wortstellung im folgenden Satz.

Kalau hujan, saya di rumah.

Wenn es regnet, bin ich zu Hause.

'Kalau' (informell) oder 'jika' (formell) leitet Bedingungssätze ein. Der Nebensatz kann an erster oder zweiter Stelle stehen.

Dia makan sambil membaca buku.

Sie isst, während sie ein Buch liest.

'Sambil' bedeutet, zwei Dinge gleichzeitig zu tun — nicht nur 'wann', sondern 'gleichzeitig'. Unterscheidet sich von 'ketika', das einen Zeitpunkt markiert.

Im Kurs üben

Wende diese Grammatik in den Übungen des Kurses A1 an

A1 Kurs
← Zurück zu den Themen